Penampilan Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Berawal Dari Penampilan

 
Penampilan adalah salah satu daya tarik yang terlihat paling menonjol untuk diperhatikan oleh sebagian besar orang. Padahal sudah banyak dari kita yang diajarkan bahwasanya “jangan pernah menilai buku dari covernya,” bukan mau menyalahkan persepsi seseorang akan ungkapan tersebut. Melainkan tanpa pernah kita sadari ketika melihat dan memperhatikan penampilan orang secara sepintas konsep tadi bahkan musnah entah kemana. Tidak banyak waktu yang dibutuhkan untuk memvonis keperibadian seseorang berdasarkan dari penampilan, walaupun hanya sepintas saja hal itu menjadi sorotan utama pkitangan kita. Terlebih lagi di zaman sekarang yang serba modern, segela sesuatunya menjadi perhatian terlebih lagi masalah penampilan. Sehingga memiliki penampilan yang menarik dan enak dipkitang menjadi suatu keharusan, bukan berarti penampilan kita harus menjadi sorotan utama dari semua orang. Karena penampilan yang menarik bukan harus yang modis, mengikuti tren yang sedang mendunia, atau kita punya tren sendiri. Kemudian penampilan seperti apa yang penulis maksudkan disini?

Sebelum membahas lebih dalam mengenai penampilan, untuk kita umat islam pasti sudah tidak asing lagi dengan hadist berikut ini. “Sesungguhnya Allah itu Mahaindah dan mencintai keindahan (yang indah). Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim) 

Sesungguhnya Allah Ta’ala Mahaindah, baginya keindahan yang sempurna, indah DzatNya, indah AsmaNya, indah Sifat-sifatNya, dan indah pekerjaan-pekerjaanNya. KeindahanNya tidak ada yang menandinginya. Allah Ta’ala menyukai keindahan dari makhluq-makhluqNya dalam segala bentuk. Allah Ta’ala suka melihat hamba-hambaNya menampakkan bekas-bekas nikmatNya pada dirinya. Allah mencintai hamba-hambaNya yang memakai baju yang indah, memakai sepatu yang indah dan bersih. Allah menyukai keindahan dalam segala hal. Islam membolehkan berhias, memakai yang indah-indah, asalkan tanpa disertaidengan kesombongan dan kecongkakan. Karena congkak/sombong berarti melalaikan asal rizqinya itu dari Allah Ta’ala. Islam membenci yang kotor, kumuh, dan jorok. Karena badan yang kotor, baju yang kotor, tempat yang kotor dan kena najis tidak layak digunakan untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. 

Penampilan menarik sudah seperti sebuah investasi. penampilan menjadi sebuah keharusan bagi sebagian orang yang hidup di zaman sekarang. Penampilan menjadi salah satu sarana komunikasi antar individu. Penampilan yang sempurna adalah salah satu kunci sukses dalam masyarakat tertentu. Penampilan kemudian menjadi bentuk citra diri yang terpancar dari seseorang. Hal ini membuktkan bahwa penampilan yang kita terapkan menjadi wujud dari keperibadian kita. Ada yang bilang “utamakan penampilan hati terlebih dahulu sebelum memperhatikan penampilan fisik,” ya memang benar demikian adanya. Tapi coba kita renungkan jawaban pertanyaan ini, apa yang pertama kali terlintas dibenak kita ketika melihat seseorang yang berpenampilan menarik (rapi) atau yang berpenampilan sebaliknya? Apa yang kita rasakan ketika berhadapan langsung dengan yang berpenampilan menarik atau sebaliknya? Kemudian ketika kita sendiri yang berpenampilan demikian apa yang kita rasakan?

Kebanyakan orang akan menjawab dengan dalih “it’s myself and I wiil be myself” atau ada juga yang berpendapat demikian “kan tiap orang beda-beda dalam segala hal”. Ya memang benar demikian, tidak ada yang memaksa kita untuk menjadi orang lain kok, tapi setidaknya “be your best self”. Entah dalam bidang karir, kehidupan sosial, atau bahkan romansa, kita akan selalu dinilai berdasarkan penampilan kita. Jika merasa diri keren, kita pasti akan bersedia mengekspresikan diri itu dalam bentuk yang lebih visual. Bayangkan seperti ini, jika kita memiliki anak nanti, pasti kita akan menyiapkan set pakaian yang terbaik untuknya. Kita begitu menyayanginya sehingga tidak mau dia tampil berantakan. Nah, mengapa kita tidak melakukannya pada diri sendiri dahulu? Orang yang masa bodoh dengan penampilannya adalah tipe orang minder. Mereka tidak merasa dirinya pantas menjadi sorotan mata semua orang dan mereka takut untuk tampil menawan dengan bersembunyi dengan dalih yang sudah penulis sebutkan tadi.

Jika kita pribadi yang cuek santai, maka jangan biarkan gambaran karakter itu menjadi penghambat kesuksesan kita ketika berinteraksi dengan orang lain. Apalagi jika berada pada lingkungan pekerjaan yang menuntut kita untuk tampil profesional. Sama seperti itu, dalam pergaulan sosial, orang berkualitas pasti akan sadar diri untuk memilih penampilan yang berkualitas. Perhatikan pakaian yang kita kenakan sehari-hari, itulah gambaran sebenarnya bagaimana cara kita memkitang kualitas diri kita sendiri. Jika tampil asal-asalan maka hal itu akan mencerminkan kalau kita asal-asalan. Kemudian coba kita gunakan pakaian yang bersih dan rapi, betapa anggun tampilan kita apalagi jika ditambahkan menggunakan dasi serta jas. Sadarkah bahwa rasa percaya diri berbanding lurus dengan seberapa jauh merepresentasikan tubuh? Karena apa yang kita kenakan bukan saja mempengaruhi persepsi orang lain, namun pertama kali jauh mempengaruhi diri kita sendiri. Semakin sedikit energi, waktu dan biaya yang kita berikan pada tubuh kita, semakin kita sulit merasa puas atau bangga terhadap diri sendiri. Kalau tidak percaya, telurusi perbedaan emosi yang dialami ketika kita memakai sepatu baru dan sepatu lama yang sudah usang. 

Orang bijak pernah berkata "dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." Ketika kita berpenampilan baik, maka kita dengan sendirinya mengalami peningkatan rasa percaya diri. Ingatla bahwasanya penampilan tidak hanya terbatas pada pakaian saja, tapi keseluruhan yang kita pakai mulai dari kepala sampai ke ujung kaki. Keindahan penampilan busana fisik kita kenakan akan memoles keadaan psikis anda, karena when you look good, you feel good. Orang dengan penampilan baik pasti memancarkan aura yang berbeda. Mata bersinar menatap dengan tajam, langkah kaki terlihat mantap dan penuh tujuan. Ketika duduk, berdiri dan bergerak dengan postur dengan penuh charisma, tampil demikian nyaris  sempurna. Otomatis lebih bersemangat untuk meraih sukses dibandingkan orang lainnya yang cenderung tidak memperhatikan penampilan mereka. Hal ini membuktikan bahwa penampilan memang bukan segalanya, tapi segalanya berawal dari penampilan…..

0 Response to "Penampilan Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Berawal Dari Penampilan"

Post a Comment

silahkan tinggalkan komentar yang relevan dengan artikel ya.. makasih ^_^